Metal-Oxide Diode p-n junction

aaCCD_Image_sensor

Kalau anda pernah mendengar tentang MOSFET (Metal-Oxide-Semiconductor Field-Effect Transistor) maka anda akan menemukan dua sambungan material berjenis p-n-p atau n-p-n yang fungsinya berbagai macam. Pada istilah elektronika ada istilah Base-Collector-Emitter yang merepresentasikan arah gerak arus muatan, baik itu elektron ataupun hole)

Konsep yang lebih sederhana, yang menjadi cikal bakal dibuatnya MOSFET adalah Dioda sambungan p-n. Dimana material bertipe p, yaitu material semikonduktor yang mempunyai partikel pembawa muatan positif berupa hole, disambungkan secara langsung dengan material semikonduktor bertipe n, yang partikel pembawa muatannya adalah elektron. dan masing masing semikonduktor mempunyai lebar celah pita masing-masing yang menentukan seberapa luas material tersebut dapat bekerja.

Metal-Oxide, adalah suatu material yang belum tentu semikonduktor, beberapa ada yang isolator, namun beberapa material yang merupakan semikonduktor dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan device, baik dioda, transistor, solar cell device atau yang lainnya. Hampir semua perangkat elektronik yang penting disokong oleh semikonduktor dengan berbagai rentang kondisi kerja dan berbagai jenis material. Metal-Oxide menjadi alternatif yang menarik dikembangkan di Indonesia dikarenakan sifatnya yang stabil pada temperatur relatif tinggi, karena material sudah mengalami oksidasi, sehingga tidak perlu cemas akan kerusakan oleh oksigen di udara terbuka pada temperatur yang tinggi.

Untuk mengendalikan jenis partikel pembawa muatan, diperlukan perlakuan penambahan suatu elemen yang membuat material tersebut bersifat p atau n.  Meskipun demikian, proses tersebut tidaklah terlalu mudah dilakukan di Indonesia mengingat tidak cukupnya fasilitas yang tersedia untuk membuat device seperti clean-room dan bahan yang sulit untuk didapatkan. Namun untuk material sederhana seperti ZnO dapat dilakukan di laboratorium yang tidak terlalu mutakhir.

Just another WordPress site